Fisika kuantum. Apa yang tidak dikatakan para ilmuwan - Implikasi dari sebuah teori yang menghasilkan perspektif yang luar biasa, yang mampu mengubah pandangan dunia. #876268

di Bruno Del Medico

Edizioni PensareDiverso

(Ancora nessuna recensione) Scrivi una recensione
5,90€

Leggi l'anteprima

Fisika kuantum, tanpa diragukan lagi, merupakan salah satu disiplin ilmu yang paling menarik dan kontroversial di zaman kita. Meskipun banyak yang pernah mendengarnya, hanya sedikit yang benar-benar memahami betapa revolusionernya fisika kuantum. Ada satu aspek dari fisika kuantum yang jarang dibahas, sebuah sisi yang oleh banyak ilmuwan yang menganut pandangan dunia materialistis lebih suka mengabaikan atau meremehkan: implikasi metafisiknya.
Namun, apakah metafisika itu? Istilah yang sering dikaitkan dengan sesuatu yang esoterik ini sebenarnya memiliki akar yang kuat dalam filsafat Barat. Bagi Aristoteles, 'metafisika' berarti studi tentang keberadaan, pencarian penyebab utama dari realitas. Oleh karena itu, metafisika bukanlah masalah spekulasi abstrak, melainkan pertanyaan mendasar: apakah dunia ini? Apa yang dimaksud dengan 'ada'?
Saat ini, fisika kuantum memaksa kita untuk meninjau kembali pertanyaan-pertanyaan ini dalam konteks yang baru dan membingungkan.
Fisika kuantum yang mendasari fisika adalah penemuan yang mengejutkan: dunia, ketika diamati dalam skala subatomik, tidak berperilaku seperti yang kita harapkan. Partikel subatomik - elektron, foton, dan unit fundamental lainnya - tampaknya hidup dalam tarian yang tidak dapat diprediksi, di mana ketidakpastian dan probabilitas berkuasa. Persamaan penting dari teori kuantum, persamaan Schrödinger, menggambarkan tarian ini sebagai gelombang probabilitas.  Partikel-partikel yang kita bayangkan sebagai sel yang padat, sebenarnya tidak demikian. Setiap partikel memiliki 'probabilitas' untuk ada atau, lebih tepatnya, berpotensi berada dalam sejumlah keadaan 'superposisi' yang tak terbatas, tetapi tidak dalam keadaan yang pasti. Kapan situasi ini berubah?
Gelombang probabilitas tampaknya 'runtuh' dalam kenyataan yang didefinisikan hanya ketika mereka diamati. Dengan kata lain, apa yang terjadi di dunia kuantum bergantung pada intervensi pengamat. Partikel menjadi sebuah sel hanya sebagai hasil dari pengamatan. Max Planck, salah satu bapak fisika kuantum, menyadari hal ini sejak awal. Pada tahun 1931 ia menyatakan:
"Saya menganggap kesadaran sebagai sesuatu yang fundamental. Saya menganggap materi berasal dari kesadaran."
Eksperimen simbolis dalam fisika kuantum adalah eksperimen celah ganda. Bayangkan menembakkan partikel - seperti elektron - pada layar dengan dua celah. Jika Anda tidak mengamati apa yang terjadi, partikel-partikel tersebut akan menciptakan pola interferensi, yaitu berperilaku seperti gelombang yang bertumpukan. Namun, jika Anda mengamati celah mana yang dilewati setiap partikel, polanya akan berubah: partikel-partikel itu berperilaku seperti benda padat dan tidak lagi seperti gelombang.
Eksperimen ini, yang pertama kali dilakukan oleh Thomas Young pada abad ke-19 dan kemudian ditafsirkan ulang dalam kunci kuantum, membuat orang tidak bisa berkata-kata. Bagaimana sebuah pengamatan dapat mengubah perilaku sebuah partikel?
Bagi materialisme ilmiah yang mengklaim bahwa pengamat berperan dalam realitas bukan hanya sesat, tetapi juga merupakan ancaman bagi semua kepastiannya.  Memang, sains materialis melihat alam semesta sebagai sesuatu yang terpisah, 'di luar sana', terlepas dari interaksi apa pun dengan makhluk hidup. Gagasan bahwa pengamat adalah bagian integral dari proses kuantum membuka pintu bagi refleksi yang sangat metafisik: peran apa yang dimainkan oleh kesadaran di alam semesta? Hal ini membawa kesadaran - kehadiran pengamat yang sadar - kembali ke jantung fenomena.
Implikasi menarik lainnya dari fisika kuantum adalah hipotesis 'banyak dunia'. Menurut teori ini, yang diusulkan oleh Hugh Everett pada tahun 1957, setiap kali peristiwa kuantum terjadi, alam semesta 'bercabang' menjadi alam semesta paralel. Dengan cara ini, semua kemungkinan terwujud, tetapi dalam dunia yang berbeda.
Jika teori ini benar - dan masih menjadi bahan perdebatan sengit - berarti ada alam semesta paralel yang tak terbatas, di mana kehidupan kita mengikuti jalan yang berbeda. Hal ini memperkenalkan dimensi baru pada metafisika: lalu, apa identitas kita? Jika ada banyak versi dari diri kita, apa sifat sejati kita?
Tidak semua ilmuwan siap untuk menerima implikasi metafisik dari fisika kuantum. Banyak yang lebih memilih untuk fokus pada aspek praktis, seperti aplikasi teknologi. Pendekatan ini, meskipun dapat dimengerti, namun menyisakan pertanyaan eksistensial.
Sayangnya, ilmu pengetahuan saat ini masih cenderung ke arah pandangan materialistis. Namun, orang-orang seperti David Bohm - salah satu fisikawan terbesar di abad ke-20 - menantang pandangan ini. Bohm percaya bahwa mekanika kuantum menunjukkan alam semesta yang holistik dan saling terhubung di mana segala sesuatu berhubungan dengan segala sesuatu.
Mungkin, suatu hari nanti, kita akan menyadari bahwa sains dan metafisika bukanlah saingan, melainkan dua sisi dari satu mata uang yang sama. Realitas yang kita lihat bukanlah dunia sebagaimana adanya, tetapi dunia sebagaimana kita melihatnya.
Bagaimanapun, fisika kuantum tidak hanya memberi kita ilmu pengetahuan baru. Fisika kuantum memberi kita pandangan baru tentang dunia dan, mungkin, tentang diri kita sendiri.
Aggiunta al carrello in corso… L'articolo è stato aggiunto

Con l'acquisto di libri digitali il download è immediato: non ci sono costi di spedizione

Altre informazioni:

Formato:
ebook
Anno di pubblicazione:
2025
Dimensione:
1.1 MB
Protezione:
nessuna
Lingua:
Altre lingue
Autori:
Bruno Del Medico